Cerita Pengecut Mau Bunuh Diri

Wednesday, May 18th 2016. | kata motivasi

Cerita Pengecut Mau Bunuh Diri

Cerita Pengecut Mau Bunuh DiriPada suatu hari, tampak seorang pemuda berdiri termangu-mangu di tepi sebuah jembatan dengan sungai yang berair deras di bawahnya. Sesekali matanya menerawang jauh, menarik napas panjang, dan jelas terlihat di wajahnya bahwa dia sedang frustasi dan putus asa. Si pemuda berkata sendiri, “Semua kenikmatan duniawi telah aku cicipi. Aku pernah kaya, pernah bepergian ke tempat-tempat indah di seluruh dunia. Makanan lezat dan kenikmatan yang dapat dibeli dengan uang juga telah aku rasakan. Tetapi sekarang aku sungguh tidak bahagia. Keluargaku berantakan, anakku meninggal dunia, istriku pun pergi meninggalkan aku. Lalu, untuk apalagi aku hidup di dunia ini? Biar pun aku masih memiliki harta kekayaan, tetapi hatiku kosong dan menderita.” setelah itu, si pemuda tampak bersiap-siap bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sungai.

Tetapi pada saat yang bersamaan, datang seorang pengemis berpakaian kumal menghampiri dia. “Tuan yang baik, tolong beri saya sedikit uang untuk makan. Saya doakan semoga Tuan selalu sehat dan berumur panjang.”
Mendengar permintaan pengemis itu, si pemuda segera mengeluarkan dompet dari sakunya. Ia mengambil semua uang yang ada dan memberikannya kepada si pengemis. Dia berkata kepada si pengemis, “Ambillah semua uang ini.”
“Semua ini?” tanya si pengemis tidak percaya.
“Iya, ambillah semua. Karena di tempat yang akan kutuju, aku tidak lagi memerlukannya,” kata si pemuda sambil mengalihkan pandangannya kembali ke arah sungai di bawah jembatan.
Si pengemis rupanya merasakan sikap si pemuda yang agak janggal. Sambil memegang dan memandangi uang itu sejenak, kemudian cepat-cepat dikembalikannya uang itu sambil berkata, “Tidak ah, tidak jadi. Aku memang seorang pengemis, tetapi aku bukan seorang pengecut dan aku tidak akan mengambil uang dari seorang pengecut. Ini, bawalah uang ini bersamamu ke sungai itu.” Pengemis itupun segera pergi dari sana sambil berteriak lantang, “Selamat tinggal Tuan pengecut!”.
Mendengar ucapan pengemis, pemuda yang ingin bunuh diri itu terpana kaget. Perasaan puas dan bahagia sejenak yang dirasakan karena bisa memberi uang si pengemis, lenyap seketika. Dia sangat ingin si pengemis menerima pemberiannya, apalagi disaat ia akan mengakhiri hidupnya, tetapi itu pun tidak bisa.
Tiba-tiba, pemuda itu sadar, bahwa apa yang dirasakannya tadi, yaitu dengan memberi kepada orang lain, telah membuat dirinya merasa bahagia. Ini merupakan sebuah perasaan dan pengetahuan baru bagi pemuda itu. Kemudian, dia kembali memandang ke arah sungai itu sekali lagi, lantas berpaling dan berjalan pergi mengejar si pengemis dia ingin mengucapkan terima kasih dan memberi tahu bahwa dia tidak akan menjadi seorang pengecut. Dia berjanji di dalam dirinya, bahwa dia akan kembali berjuang, untuk mendapatkan kebahagiaan dengan memberi kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sumber : andriewongso.com

296 total views, 11 views today

tags: